MEDAN - Kejiwaan Evrin Tumanggor, satu-satunya korban selamat dalam kebakaran yang menewaskan tujuh orang di rumah toko Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara, belum stabil dan masih trauma berat.
Pembantu rumah tangga (PRT) itu kerap menjerit ketakutan. Dia mengaku didatangi arwah para korban tewas. Evrin masih dirawat di lantai 2, ruang Mawar RS Imelda.
Direktur Pelaksana RS Imelda, Imeldayana Ritonga, mengatakan pihaknya akan menyiapkan psikiater untuk memulihkan kejiwaan korban.
Pasien, kata dia, hingga saat ini belum bisa diajak komunikasi dengan baik. Dokter terpaksa memberikan suntikan penenang untuk meredakan trauma.
Imeldayana menambahkan, luka di kaki Evrin sudah ditangani setelah loncat dari lantai 2 (sebelumnya disebutkan lantai 3) ruko untuk menyelematkan diri.
Seperti diketahui, Evrin loncat untuk menyelamatkan diri dari kebakaran yang terjadi pada Selasa 10 April kemarin sekira pukuk 05.00 WIB. Tujuh orang tewas dalam musibah itu. Lima di antaranya adalah keluarga majikan Evrin dan dua lainnya tamu yang bermalam.
Diduga, mereka tertidur lelap saat api melalap seluruh bagian ruko yang menjual barang elektronik itu sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Tujuh jenazah ditemukan dalam kondisi terbakar di lantai satu dan dua.
Seluruh jenazah masih disemayamkan di Balai Persemayaman Thionghoa Tanjung Hilir di kawasan Tanjung Mulia, Medan.
(Ahmad Zulfikar/Sindo TV/ton)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar