Jumat, 27 April 2012

Keluarga TKI Yakin Ada Pencurian Organ Tubuh


Ilustrasi (Foto: Agung Manunggal/okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyatakan tidak ada organ tubuh TKI yang hilang. Sementara pihak keluarga menyatakan bahwa organ tiga TKI yang tewas di Malaysia tersebut adalah otak, mata, dan organ dalam lainnya.
 
Direktur Migrant Car, Anis Hidayah mengatakan, dengan adanya perbedaan pendapat hasil autopsi pemerintah dengan pihak keluarga, Kementrian Luar Negeri diminta untuk membuka jalan dialog.

 
"Adanya perbedaan hasil autopsi ini harus dipertemukan antara keluarga dengan tim forensik, sehingga ke depan tidak ada dugaan atau kecurigaan. Dibuka ruang dialog. Kemenlu harus memfasilitasi," ujar Anis dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertajuk 'Mengurus TKI Setengah Hati' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/4/2012).
 
Anis menegaskan, keluarga TKI secara jelas dan kasat mata bisa melihat hilangnya organ tubuh tersebut.
 
"Ayahnya Pak Herman, dia melihat betul bola mata, otak dan organ dalam, sebagian ada yang hilang, ini tidak boleh diabaikan," tuturnya.
 
Kendati adanya perbedaan, sambung Anis, pihaknya menghargai hasil autopsi yang dilakukan pemerintah.
 
"Autopsi itu bukan akhir kasus ini. Sekali lagi, migrant care akan terus menginvestigasi, tidak begitu saja mengabaikan hasil otopsi pemerintah, kami menerima. Komnas HAM buat investigasi juga kami dukung itu," paparnya.
 
Seperti diketahui, tiga orang TKI asal Desa Pancor Kopong, Kecamatan Pringgasela Selatan, Kabupaten Lombok Timur dan Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia.
 
Ketiga TKI itu diduga menjadi korban perdagangan organ tubuh.
Mereka adalah Herman asal Desa Pancor Kopong, Kecamatan Pringgasela Selatan, Abdul Kadir Jaelani asal Desa Pancor Kopong, Kecamatan Pringgasela Selatan dan Mad Noon asal Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela.
 
Berdasarkan keterangan kakak Abdul Kadir, Hirman, saksi yang secara langsung melihat kondisi korban di Rumah Sakit Malaysia, korban sudah dijahit pada dua matanya dan bagian dada, serta pada bagian tengah perut.

(lam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar